Rico Waas Targetkan Pembiayaan PNM Sebagai Mesin Penggerak Usaha yang Berkelanjutan

Pembiayaan untuk usaha ultra mikro merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan untuk bertransformasi dalam pendekatan pembiayaan ini. Alih-alih hanya fokus pada penyediaan dana, Rico menekankan perlunya menciptakan sistem bisnis yang terstruktur, yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga mudah untuk direplikasi oleh pelaku usaha.
Pentingnya Transformasi Skema Pembiayaan
Pada Selasa, 1 September 2026, dalam sebuah pertemuan di Balai Kota Medan, Rico Waas menyampaikan pandangannya kepada pimpinan PNM Cabang Medan. Dia menekankan bahwa bantuan modal yang diberikan tanpa memperhatikan kesiapan operasional usaha dapat memicu sejumlah masalah baru. Tantangan seperti kegagalan usaha dan kesulitan dalam pengembalian pinjaman bisa menjadi konsekuensi dari pendekatan yang tidak terencana.
“Saya tidak ingin hanya memberikan uang tanpa adanya jaminan bahwa usaha tersebut akan berlanjut. Kita harus memastikan bahwa bisnis tersebut berjalan dengan baik agar pelaku usaha dapat mengembalikan pembiayaan dengan lancar,” ungkap Rico Waas. Dalam pernyataannya, dia didampingi oleh Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Plt Kepala BKAD Suluh Aulia Harahap, dan Kepala Bapenda M. Agha Novrian.
Membangun Modul Bisnis yang Efektif
Sebagai langkah nyata untuk mendukung pengembangan usaha, Rico Waas menyatakan bahwa pemerintah kota akan bekerja sama dengan PNM untuk menyusun modul bisnis yang standar. Modul ini akan mencakup berbagai aspek penting, termasuk:
- Standar Operasional dan Produksi
- Pemasaran dan Branding
- Replikasi Usaha dengan desain mirip waralaba
- Pelatihan bagi penerima manfaat
- Pengembangan sistem bisnis yang mudah dipelajari
Rico memberikan contoh konkret tentang usaha sederhana, seperti nasi goreng, yang dapat dikembangkan menjadi sebuah konsep bisnis yang mudah untuk diadaptasi. “Kita akan menyiapkan modul seperti model franchise, tetapi dengan pembiayaan yang berasal dari PNM sendiri. Misalnya, bisa berupa makanan apapun, dengan panduan cara memasak, standar resep, serta branding yang jelas,” jelasnya.
Menjamin Keberlanjutan Bisnis
Rico menekankan bahwa pola pembiayaan yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa usaha yang dibina dapat berlanjut. “Saya tidak ingin memberikan uang begitu saja tanpa adanya kepastian bahwa usahanya akan bertahan. Kita perlu memastikan bahwa bisnis tersebut dapat berjalan agar mereka bisa melakukan pembayaran kembali,” tegasnya.
Kesiapan PNM dalam Membangun Kerja Sama
Menanggapi arahan dari Wali Kota Medan, Muhammad Wazir, selaku Pemimpin PNM Cabang Medan, menyatakan dukungannya dan kesiapan PNM untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah kota. Selain menyalurkan pembiayaan, PNM juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan pelatihan terstruktur. Ini bertujuan agar para nasabah ultra mikro dapat naik kelas dan memenuhi kualifikasi perbankan nasional.
Dalam konteks pembiayaan PNM, pendekatan yang lebih komprehensif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pelaku usaha ultra mikro. Dengan adanya sistem yang terstruktur dan dukungan yang memadai, diharapkan usaha-usaha kecil ini dapat berkembang dan berkontribusi pada perekonomian lokal.
Strategi Pembiayaan yang Berkelanjutan
Strategi pembiayaan yang berkelanjutan memerlukan lebih dari sekadar penyaluran dana. Ini juga melibatkan pengawasan yang ketat, dukungan operasional, dan pelatihan untuk para pelaku usaha. Dengan cara ini, para penerima pembiayaan tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan usaha mereka dengan baik.
Peran Pemerintah dalam Mengembangkan Usaha Mikro
Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan usaha mikro. Melalui berbagai program dan kebijakan, mereka dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaku usaha. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memberikan pelatihan keterampilan dan manajemen usaha
- Menyediakan akses informasi pasar dan jaringan bisnis
- Memfasilitasi kerja sama antara pelaku usaha dan lembaga keuangan
- Mendukung inovasi dan pengembangan produk lokal
- Memberikan insentif bagi usaha yang berkelanjutan
Dengan pendekatan yang tepat, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro sehingga mereka dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Hal ini juga akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Manfaat Pembiayaan PNM bagi Pelaku Usaha
Pembiayaan PNM menawarkan berbagai manfaat bagi pelaku usaha ultra mikro. Beberapa di antaranya adalah:
- Memberikan akses modal yang lebih mudah dan cepat
- Menawarkan pelatihan dan bimbingan untuk pengembangan usaha
- Mendukung pengembangan produk dan pemasaran
- Memberikan peluang untuk memperluas jaringan bisnis
- Menjamin pendampingan dalam pengelolaan keuangan usaha
Dengan manfaat ini, diharapkan pelaku usaha dapat lebih mudah mengembangkan bisnis mereka dan mencapai keberhasilan yang diharapkan. Pembiayaan PNM bukan hanya tentang memberikan uang, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Pada akhirnya, pembiayaan PNM yang terstruktur dan berkelanjutan dapat berfungsi sebagai mesin penggerak bagi usaha ultra mikro di Medan. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan, diharapkan para pelaku usaha dapat mencapai keberhasilan dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.




