Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia Mengadakan Kongres Resmi di Medan

Kongres resmi yang diadakan oleh Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) di Medan menjadi momen penting bagi umat gereja di seluruh Indonesia. Dengan kehadiran utusan dari 152 cabang GSRI, acara ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan antar jemaat, tetapi juga menekankan pentingnya keputusan yang diambil melalui musyawarah mufakat.
Persiapan dan Pelaksanaan Kongres
Pdt Ir Nenges Ginting, sebagai Ketua Panitia Kongres, menyatakan bahwa rangkaian acara akan dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt Tammat Budi Bangun. Setelah ibadah, peserta akan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air.
Dalam rapat persiapan yang berlangsung pada Senin, 23 Maret 2026, Pdt Nenges Ginting didampingi oleh Pdt Lewi Surbakti, membahas secara detail mengenai agenda kongres. Acara ini akan diisi dengan laporan dari panitia dan sambutan dari berbagai tokoh, termasuk Gubernur Sumatera Utara, M Bobby Afif Nasution SE MM, serta perwakilan dari Kementerian Agama dan PGPI Sumut-Aceh.
Susunan Pengurus Kongres
Struktur kepanitiaan kongres telah ditentukan sebagai berikut:
- Ketua Panitia: Pdt Ir Nenges Ginting
- Ketua 1: Pdt Syamsuddin Sembiring SPd
- Sekretaris: Pdt Petrus Munthe
- Sekretaris 1: Pdt Lewi Surbakti
- Bendahara: Pdt Ir Tammat Elisha Purba
Selain itu, terdapat beberapa seksi yang akan mendukung kelancaran acara ini:
- Seksi Acara, Humas, dan Dokumentasi: Ketua – Pdt Jusia Ginting; Sekretaris – Pdt Samuel Sitepu; Anggota – Pdt Christian Ginting, Pdt Efraim Sembiring
- Seksi Tempat dan Akomodasi: Ketua – Pdt Hermanto Purba; Sekretaris – Pdt Michael Purba; Anggota – Pdt Herman Ginting
- Seksi Sosialisasi dan Keamanan: Ketua – Pdt Sada Ukur Sembiring STh; Sekretaris – Pdt Pantas Sihombing; Anggota – Pdt Sendiman Purba
- Seksi Pendaftaran, Pendataan, dan Verifikasi: Ketua – Pdt Jusia Surbakti; Sekretaris – Pdt Pengarapen Sembiring SPd; Anggota – Pdt Daniel Sitepu, Pdt Musa Sembiring
Untuk memandu acara, Dr Rahel Sukatendel S Sos MSi telah ditunjuk sebagai pembawa acara, didukung oleh sejumlah pendeta dan anggota jemaat lainnya, termasuk Pdt M Pinem dan Pdt Mehamat Ginting. Mereka akan memastikan bahwa semua rangkaian acara berjalan sesuai rencana.
Tujuan dan Harapan Kongres
Kongres ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi semua anggota GSRI untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka. Dengan pendekatan musyawarah mufakat, setiap keputusan yang diambil akan mencerminkan keinginan dan kepentingan bersama. Hal ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kesatuan dalam pelayanan gereja.
Pdt Nenges Ginting juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh cabang GSRI. “Keterlibatan setiap jemaat sangat krusial dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya. “Kami ingin memastikan bahwa suara semua cabang terdengar dan dipertimbangkan dalam setiap kebijakan yang diambil.”
Rangkaian Acara Selama Kongres
Selama kongres berlangsung, akan ada berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat ikatan antar jemaat dan meningkatkan pemahaman tentang visi misi gereja. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan meliputi:
- Diskusi panel mengenai tantangan pelayanan gereja di era modern
- Workshop tentang pengembangan kepemimpinan di gereja
- Sesi tanya jawab dengan para pemimpin gereja
- Penyampaian laporan tahunan dari cabang-cabang GSRI
- Persembahan pujian dari berbagai jemaat
Acara ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi setiap peserta untuk berbagi pengalaman, belajar dari satu sama lain, dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk pelayanan gereja ke depan. Hal ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi setiap anggota GSRI untuk melayani dengan lebih baik.
Peran Tokoh dan Pemimpin Gereja
Partisipasi aktif dari tokoh-tokoh gereja sangat diharapkan dalam kongres ini. Sebagai pemimpin, mereka memiliki tanggung jawab untuk membimbing jemaat dan memberikan arahan yang jelas. Dalam sambutannya, Pdt Simeon Herman Cibro, selaku Ketua Caretaker Pimpinan GSRI, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi di dalam organisasi gereja.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar untuk kepentingan jemaat,” ungkap Pdt Simeon. “Kita harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan iman.”
Partisipasi Pemerintah Daerah
Kongres ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah, yang diwakili oleh Gubernur Sumatera Utara, M Bobby Afif Nasution SE MM. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung aktivitas keagamaan dan memperkuat kerukunan antar umat beragama.
“Pemerintah siap mendukung kegiatan-kegiatan yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” kata Gubernur. “Kami berharap kongres ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerjasama antara gereja dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih baik.”
Menjaga Kesatuan dalam Keragaman
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi GSRI adalah menjaga kesatuan di tengah keragaman. Dengan banyaknya cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, penting bagi gereja untuk tetap bersatu dan saling mendukung. Kongres ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk memperkuat rasa persatuan di antara semua cabang.
Dalam upaya ini, setiap cabang diharapkan dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pelayanan. Hal ini akan membantu menciptakan jaringan yang kuat di antara jemaat, sehingga dapat saling mendukung dan menguatkan dalam menjalankan misi gereja.
Strategi untuk Masa Depan
Kongres ini tidak hanya berfokus pada kegiatan saat ini, tetapi juga merumuskan strategi untuk masa depan gereja. Dalam diskusi-diskusi yang akan berlangsung, para pemimpin gereja akan membahas langkah-langkah yang perlu diambil untuk menghadapi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang muncul.
“Kita perlu berpikir jauh ke depan dan merencanakan strategi yang tepat untuk perkembangan gereja,” ujar Pdt Nenges Ginting. “Dengan demikian, kita dapat memastikan keberlangsungan pelayanan yang efektif dan berdampak bagi masyarakat.”
Kesimpulan
Kongres resmi Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia di Medan merupakan langkah signifikan dalam memperkuat keberadaan gereja di Indonesia. Dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari jemaat hingga pemerintah, diharapkan kongres ini tidak hanya akan memperkuat hubungan antar jemaat, tetapi juga membangun kerjasama yang lebih baik dengan pihak luar. Melalui musyawarah mufakat, setiap keputusan yang diambil akan mencerminkan keinginan bersama untuk kemajuan gereja.

