Senator Penrad Siagian Berhasil Evakuasi Wahyu, Pemuda Medan yang Terjebak di Kamboja

Pada Rabu, 1 April 2026, Wahyu, seorang pemuda asal Medan, akhirnya kembali ke Tanah Air setelah mengalami kesulitan di Kamboja terkait pekerjaan dan dokumen keimigrasian. Wahyu, yang tinggal bersama keluarganya di Kecamatan Medan Marelan, Sumatera Utara, terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan saat bekerja di luar negeri.
Awal Mula Kesulitan Wahyu
Permohonan untuk mendapatkan bantuan mengemuka ketika ibunya, Sari Purnama Ningsih, menghubungi Senator Penrad Siagian melalui surat pada 19 Februari 2026. Dalam surat tersebut, Sari menjelaskan bahwa anaknya terhambat untuk kembali ke Indonesia karena masalah visa yang sudah tidak berlaku.
Dalam suratnya, Sari menuliskan, “Sebagai orang tua, kami memohon kepada Bapak untuk memberikan bantuan agar anak kami dapat pulang ke Indonesia. Saat ini, anak kami tidak bisa kembali karena visanya telah habis masa berlakunya.” Ia berharap agar Senator Penrad Siagian dapat membantu proses kepulangan Wahyu dengan segera.
Koordinasi dengan KBRI
Setelah menerima surat permohonan tersebut, Penrad Siagian tidak berdiam diri. Ia segera berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja untuk memfasilitasi kepulangan Wahyu. Upaya tersebut membuahkan hasil, dan akhirnya Wahyu dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.
Pengalaman Tragis di Kamboja
Dalam keterangannya, Wahyu Permana Putra menjelaskan bagaimana ia bisa terjebak di Kamboja. Ia mengaku diperkenalkan kepada seseorang di Facebook yang mengaku sebagai agen penyalur kerja. Setelah itu, ia dibawa ke Kamboja untuk bekerja di sebuah restoran, tetapi kenyataan yang dihadapi sangat berbeda.
“Saya berangkat ke Kamboja setelah berkenalan lewat Facebook. Namun, ternyata itu adalah agen yang membawa saya ke Kamboja untuk bekerja di restoran yang ternyata merupakan perusahaan scam,” ungkap Wahyu pada 7 April 2026.
Ia melanjutkan, setelah menyelesaikan kontrak kerjanya selama satu tahun, Wahyu dihadapkan pada permintaan untuk membayar denda yang tidak mampu ia penuhi, sehingga membuat visanya mati dan memaksanya untuk tetap bekerja di sana.
Permohonan Pertolongan
Wahyu menambahkan, “Akhirnya, di tahun 2026, saya bertekad untuk pulang dan meminta bantuan kepada Bapak Pdt. Penrad Siagian untuk memulangkan saya ke Indonesia. Kini, saya sudah sampai di rumah dan sangat berterima kasih kepada Bapak Penrad Siagian.”
Ucapan Terima Kasih dari Keluarga
Ibu Wahyu, Sari Purnama Ningsih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Penrad Siagian atas bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan, awalnya terhubung dengan Senator asal Sumatera Utara ini karena diarahkan oleh seseorang untuk mengunjungi Kantor DPD RI di Medan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Pdt. Penrad Siagian. Anak saya telah sampai di Indonesia dengan selamat. Terima kasih banyak untuk Bapak dan tim yang telah membantu memulangkan anak saya dari Kamboja,” ucap Sari dengan penuh haru.
Respons dari Penrad Siagian
Menanggapi situasi tersebut, Pdt. Penrad Siagian menyampaikan rasa prihatin sekaligus mengapresiasi keberanian Wahyu dan keluarganya untuk meminta bantuan. “Ini bukan kasus pertama yang saya tangani. Banyak anak-anak kita yang tergiur oleh tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri, tetapi justru berakhir menjadi korban human trafficking dan perusahaan scam,” tegasnya.
Pentingnya Waspada Terhadap Tawaran Pekerjaan di Luar Negeri
Pdt. Penrad Siagian mengimbau masyarakat, terutama di Sumatera Utara, untuk tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan yang terlalu manis di media sosial. Ia menekankan pentingnya memverifikasi legalitas keberangkatan melalui jalur resmi sebelum mengambil keputusan.
- Selalu periksa latar belakang perusahaan atau agen yang menawarkan pekerjaan.
- Pastikan semua dokumen keimigrasian dan visa Anda valid sebelum berangkat.
- Waspadai tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji tinggi tanpa prosedur yang jelas.
- Gunakan jalur resmi untuk mendapatkan informasi tentang kerja di luar negeri.
- Jangan ragu untuk meminta bantuan jika merasa terjebak dalam situasi yang tidak nyaman.
Dengan kisah Wahyu yang telah berhasil pulang, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan cerdas dalam memilih tawaran pekerjaan di luar negeri. Momen ini bukan hanya menjadi pelajaran bagi Wahyu dan keluarganya, tetapi juga bagi banyak orang lain yang berencana untuk bekerja di luar negeri.
Semoga pengalaman Wahyu dan bantuan dari Penrad Siagian dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih waspada dan bertindak bijak dalam menghadapi tawaran pekerjaan di luar negeri yang mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan. Kewaspadaan dan pengetahuan yang tepat adalah kunci untuk menghindari jatuh ke dalam jebakan penipuan yang merugikan.


