slot depo 10k slot depo 10k
Agar Naik ke Kelas MenengahGubernur Sumutmedia terpercayaMuhammad Bobby Afif NasutionPacu Bank Sumut Capai KBMI 2Posmetro MedanSUMATERA UTARA

Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Raih KBMI 2 untuk Mendorong Kenaikan Kelas Menengah

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, berkomitmen untuk mengangkat status PT Bank Sumut (Perseroda) ke level yang lebih tinggi. Dalam pertemuan dengan para pemegang saham, Bobby Nasution menekankan pentingnya mencapai klasifikasi Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetisi Bank Sumut di pasar perbankan.

Pentingnya Klasifikasi KBMI 2 bagi Bank Sumut

KBMI 2 adalah kategori bank menengah yang ditentukan berdasarkan modal inti yang berkisar antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Saat ini, Bank Sumut masih berada di kategori KBMI I, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk mengkonsolidasi bank-bank dalam kategori KBMI 1 pada tahun 2029. Oleh karena itu, transisi menuju KBMI 2 menjadi sangat mendesak.

Peraturan OJK dan Target Modal Inti

Bobby Nasution menjelaskan, “Aturan OJK yang berlaku pada tahun 2029 mengharuskan bank memiliki modal inti minimal Rp6 triliun untuk masuk dalam kategori KBMI 2. Sebagai pemegang saham, kami sepakat untuk mengejar target ini.” Pernyataan ini disampaikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Sumut yang berlangsung di kantornya di Medan pada tanggal 6 April 2026.

Modal Inti Saat Ini dan Strategi Pengumpulan Dana

Modal inti Bank Sumut saat ini tercatat sebesar Rp5,2 triliun, sehingga masih dibutuhkan tambahan Rp800 miliar untuk memenuhi syarat KBMI 2. Pemegang saham, yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta kabupaten/kota, telah sepakat untuk mendukung penambahan modal tersebut dengan menyetorkan kembali 15% dari dividen tahun 2025 sebagai modal pada tahun 2026.

Rencana Penambahan Modal oleh Pemegang Saham

Selain menyetorkan 15% dividen, Pemprov Sumut berkomitmen untuk menambah modal sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga akan berkontribusi sekitar Rp70 miliar. Bobby menekankan, “Ada kabupaten yang telah menganggarkan tambahan modal, seperti Tapsel yang telah merencanakan penambahan modal melalui APBD tahun 2025.”

Harapan untuk Keberlanjutan Bank Sumut

Gubernur Bobby Nasution juga menegaskan pentingnya Bank Sumut untuk tidak terlalu bergantung pada anggaran daerah (APBD). Dia berharap bank ini bisa lebih mandiri dengan meningkatkan variasi produk yang ditawarkan agar dapat bersaing lebih baik dengan bank-bank lainnya di pasar.

Strategi Peningkatan Kompetisi

“Kami berharap agar Bank Sumut tidak hanya mengandalkan dana dari APBD dan pegawai negeri sipil (ASN). Ini adalah tantangan untuk memperluas produk yang ditawarkan sehingga menarik minat masyarakat,” ungkap Bobby Nasution. Dia menekankan perlunya menawarkan produk-produk yang bersaing dan memberikan manfaat bagi nasabah.

Partisipasi Pemangku Kepentingan dalam RUPS

RUPS kali ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah dari kabupaten/kota se-Sumut, termasuk komisaris dan jajaran direksi Bank Sumut. Kehadiran berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Pemprov Sumut dan daerah lain menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung perkembangan Bank Sumut menuju KBMI 2.

Peran Pemprov dan Kerjasama dengan Daerah

Partisipasi aktif dari berbagai pihak menunjukkan bahwa ada kesepakatan luas untuk mendukung pengembangan Bank Sumut. Hal ini tidak hanya penting untuk bank itu sendiri, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui layanan perbankan yang lebih baik.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Gubernur Bobby Nasution dan dukungan penuh dari para pemegang saham, harapan untuk Bank Sumut mencapai KBMI 2 semakin nyata. Ini akan menjadi langkah penting dalam pengembangan sektor perbankan di Sumatera Utara.

  • Mencapai modal inti Rp6 triliun untuk KBMI 2
  • Penyetoran 15% dividen tahun 2025 sebagai modal 2026
  • Pemerintah Provinsi menambah modal Rp100 miliar
  • Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menambah Rp70 miliar
  • Perluasan produk untuk bersaing dengan bank lain

Related Articles

Back to top button