Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Republik Indonesia, memberikan tanggapan terhadap permohonan maaf yang diajukan oleh Rismon Hasiholan Sianipar. Rismon merupakan individu yang sebelumnya dikenal sebagai tersangka dalam kasus tuduhan pemalsuan ijazah milik Presiden Joko Widodo, yang juga merupakan ayah dari Gibran.
Respons Wapres Terhadap Permintaan Maaf Rismon
Gibran menyatakan bahwa permintaan maaf yang diajukan Rismon di bulan Ramadan ini merupakan sebuah langkah positif. Menurutnya, bulan Ramadan ini selalu dihubungkan dengan nilai-nilai pengampunan dan juga pemulihan hubungan antar individu.
Lebih lanjut, Gibran menambahkan bahwa bulan Ramadan ini juga menjadi momen yang tepat untuk melakukan rekonsiliasi dan juga memperkuat kembali hubungan antar individu. Sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden, Gibran mengatakan, “Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan.”
Apresiasi Gibran Terhadap Sikap Rismon
Sebagai putra dari Presiden Joko Widodo, Gibran juga mengapresiasi sikap dan pernyataan yang disampaikan oleh Rismon. Rismon telah merilis pernyataan klarifikasi dan juga menunjukkan kesediaannya untuk meninjau kembali pernyataan-pernyataan yang sebelumnya telah dia sampaikan kepada publik. Menurut Gibran, langkah yang diambil oleh Rismon ini menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Sebelumnya, Rismon telah mengajukan restorative justice terkait dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus tuduhan pemalsuan ijazah. Rismon juga telah bertemu dengan Joko Widodo di kediamannya di Solo.
Permintaan Maaf Rismon di Media Sosial
Menurut laporan, Rismon juga telah memposting video permintaan maafnya kepada Joko Widodo dan Gibran di media sosial. Dalam video tersebut, Rismon mengaku telah menemukan fakta baru terkait dengan ijazah Joko Widodo yang sebelumnya sempat dituding sebagai palsu.
“Berdasarkan hasil penelitian saya saat ini yang merupakan kelanjutan dari penelitian saya sebelumnya, saya menemukan kebenaran baru atas ijazah Bapak Joko Widodo,” kata Rismon dalam video tersebut.
Rismon juga mengatakan bahwa dia akan mengambil langkah mundur dari tuduhan pemalsuan ijazah Joko Widodo dan Gibran. Dia juga berencana untuk menyanggah buku yang sebelumnya dia tulis mengenai Joko Widodo dan Gibran.
“Dengan demikian saya keluar dari permasalahan terkait ijazah Bapak Joko Widodo termasuk ijazah Bapak Gibran Rakabuming Raka. Saya akan menyanggah dengan membuat antitesa buku Jokowi Paper dan buku Gibran End Game yang menjadi tulisan saya dan menjadi tanggung jawab saya. Dan berupaya keras menarik buku tersebut yang sudah terlanjur beredar,” ujarnya.
Langkah Rismon Pasca Permohonan Maaf
Rismon mengaku tidak tertarik dengan politik dan merasa telah dieksploitasi oleh beberapa pihak terkait polemik ijazah Joko Widodo dan Gibran. “Sejak awal tidak ada interest saya terhadap politik, maka dengan ini saya melepaskan diri dari segala kontestasi politik yang sekiranya ada kaitannya dengan ijazah Bapak Joko Widodo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka. Mulai dari detik ini dan ke depannya, sebagaimana saya merasa tereksploitasi oleh pihak-pihak yang mempermasalahkan ijazah Bapak Joko Widodo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka,” ucapnya.
Dia juga memberikan apresiasi terhadap Polri yang telah bekerja secara profesional dalam menangani polemik ijazah Joko Widodo dan bersedia membantu Polri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat jika diperlukan. “Polri sudah bekerja secara profesional terhadap perkara ijazah Bapak Joko Widodo dan saya dengan ini menyatakan siap membantu setiap langkah Polri kedepannya untuk mengedukasi masyarakat terkait apapun yang sekiranya diperlukan dan dibutuhkan,” jelasnya.
Rismon kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada Joko Widodo dan Gibran dan berharap permohonan maafnya diterima. “Dari hati saya yang paling dalam demi kejujuran dan objektivitas penelitian terhadap permasalahan tersebut, dengan ini saya memohon maaf kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Gibran rakabuming Raka. Besar harapan saya Bapak Joko Widodo menerima permohonan maaf saya ini dan saya bersedia akan menyatakan langsung ke hadapan Bapak Joko Widodo di Solo sekaligus saya mengadukan restorative justice atau RJ untuk penyelesaian permasalahan hukum saya,” kata Rismon.
Imbauan Rismon Kepada Pihak Lain
Rismon juga mengimbau kepada pihak lain yang terlibat dalam polemik tersebut untuk membuka hati dan pikiran. Dia berharap pihak lain itu bisa mengikuti langkahnya mengajukan restorative justice. “Saya mengimbau sekali lagi kepada pihak lain yang terlibat dalam permasalahan ini untuk segera membuka hati dan pikiran agar dapat mengikuti langkah yang akan saya tempuh ini,” imbuhnya.
