Menjelang arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447H, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berupaya maksimal untuk mempersiapkan layanan kesehatan yang komprehensif. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026, langkah-langkah proaktif ini diambil untuk menjamin kesehatan dan keselamatan para pemudik.
Kesiapan Dinkes Jatim untuk Layanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI, FINASIM, MARS, mengungkapkan bahwa mereka telah menyiapkan 217 pos kesehatan yang strategis di seluruh wilayah Jawa Timur. Pos kesehatan ini akan ditempatkan di lokasi-lokasi dengan tingkat mobilitas tinggi, seperti terminal, stasiun kereta, pelabuhan, area istirahat, tempat ibadah, serta objek wisata.
Fungsi dan Tujuan Pos Kesehatan
“Pos kesehatan ini didirikan untuk memberikan pelayanan medis yang cepat dan efektif bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik. Apabila ada pemudik yang mengalami masalah kesehatan selama perjalanan, mereka dapat segera mendapatkan penanganan yang diperlukan,” jelas Erwin.
Rumah Sakit Siaga 24 Jam
Tidak hanya pos kesehatan, Dinas Kesehatan juga memastikan bahwa sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur akan tetap membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam, untuk menjamin ketersediaan layanan kesehatan yang memadai sepanjang masa mudik dan arus balik Lebaran.
Tenaga Kesehatan Terlatih Siap Melayani
Untuk menunjang kesiapan layanan kesehatan ini, Dinkes Jatim juga menyiapkan tenaga kesehatan yang terlatih melalui sistem piket. Sebanyak 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, dan 2.852 pengemudi ambulans siap sedia untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Koordinasi Lintas Sektor untuk Optimalisasi Layanan
Prof. Erwin menekankan bahwa langkah-langkah kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan sehat. “Kami juga memperkuat koordinasi dengan berbagai sektor, termasuk BPJS Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan aparat keamanan, agar pelayanan kesehatan selama arus mudik dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Public Safety Center (PSC) 119 untuk Kegawatdaruratan
Layanan kegawatdaruratan diperkuat melalui Public Safety Center (PSC) 119, yang telah tersedia di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dengan adanya layanan ini, masyarakat akan dapat segera mendapatkan pertolongan medis jika terjadi keadaan darurat selama perjalanan mudik.
Informasi Layanan Kesehatan yang Mudah Diakses
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga mempersiapkan kontak person atau call center layanan kesehatan di setiap dinas kesehatan kabupaten/kota. Ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi dan bantuan terkait layanan kesehatan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Pentingnya Pelayanan Ramah dan Sigap
Prof. Erwin juga mengingatkan kepada semua petugas kesehatan yang bertugas di pos-pos kesehatan agar selalu sigap dan memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi serta pemantauan kesehatan masyarakat selama periode mudik ini.
Tips Menjaga Kesehatan Selama Perjalanan
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan selama perjalanan mudik dengan beberapa langkah berikut:
- Istirahat yang cukup di setiap pemberhentian.
- Lakukan peregangan setiap empat jam perjalanan.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang.
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh.
- Bawa obat pribadi bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan yang telah dipersiapkan, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung dengan aman, sehat, dan nyaman. Kesehatan dan keselamatan pemudik adalah prioritas utama yang harus dijaga selama masa liburan ini.
