Destry Damayanti: KKI 2026 sebagai Platform Sinergi untuk Ekspansi Pasar UMKM

Jakarta – Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam acara pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, menekankan pentingnya acara ini sebagai platform sinergi antar sektor. KKI 2026 bertujuan untuk memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar.

Penguatan UMKM Melalui Tiga Pilar Utama

Destry Damayanti menyatakan bahwa penguatan UMKM di masa mendatang akan dirumuskan melalui tiga kata kunci: Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Konsep “Bangkit” merepresentasikan semangat pemulihan bagi UMKM yang menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi ekonomi maupun bencana alam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa “Tangguh” akan diwujudkan melalui struktur usaha yang lebih kuat serta akses pembiayaan yang berkelanjutan. Sedangkan “Berdaya Saing” akan dicapai melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik secara domestik maupun ekspor.

Komitmen Terhadap UMKM

Penyelenggaraan KKI 2026 merupakan bagian dari komitmen untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. Tema yang diusung tahun ini adalah “BeudayaMeusareSare”, yang diambil dari budaya Aceh, berarti “Bersama-Sama Berdaya”. Tema ini ditujukan untuk mendorong kebangkitan UMKM, khususnya di daerah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang baru saja mengalami bencana alam.

Acara ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 23 Agustus 2026, di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC). Pembukaan acara dilakukan oleh Destry Damayanti bersama Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Dewan Kerajinan Nasional.

Sinergi Lintas Sektor untuk Mendukung UMKM

Kegiatan KKI 2026 diorganisir dengan mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh dan Berdaya Saing”. Acara ini melibatkan kerja sama dengan 27 kementerian dan lembaga pemerintah, serta 34 mitra strategis.

Di antara para tamu undangan, hadir pula Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, serta para pejabat tinggi lainnya dari lembaga terkait.

Partisipasi UMKM dari Kalimantan Selatan

UMKM yang dibina oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan (Kalsel) juga turut berpartisipasi dalam KKI 2026, menampilkan produk-produk unggulan dari Bumi Lambung Mangkurat. Sebanyak tujuh UMKM dari Kalsel hadir secara fisik di JICC, memamerkan produk yang mencerminkan kekayaan budaya dan sumber daya lokal.

Haris Munandar, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalsel, menyatakan bahwa partisipasi ini memberikan kesempatan bagi UMKM Kalsel untuk memperluas jaringan pemasaran. Mereka dapat menjalin kontak melalui business matching untuk pembiayaan, ekspor, dan value chain, serta memperkenalkan produk daerah kepada pengunjung nasional dan mitra usaha.

Pameran dan Keterlibatan UMKM

Selama empat hari acara berlangsung, lebih dari 550 UMKM berpartisipasi dalam pameran di JICC, sementara pameran daring di platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan KKI 2025, yang hanya diikuti oleh 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

“Kami mengundang semua untuk meramaikan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs kami. Mari bersama-sama mendukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit dan berdaya saing,” ajak Haris Munandar.

Inisiatif dan Program Pengembangan UMKM di Kalsel

Kantor Perwakilan BI Kalsel berkomitmen untuk membantu UMKM lokal naik kelas melalui berbagai inisiatif. Salah satu program yang diadakan adalah Digdaya UMKM, Festival Kuliner Banua 2026 yang berlangsung pada tanggal 17 hingga 19 Juli 2026, serta Pamor Borneo 2026 pada tanggal 07 hingga 09 Agustus 2026 di Banjarmasin.

Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam Kalsel Expo 2026 pada tanggal 12 hingga 17 Agustus 2026 di Banjarbaru. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk meningkatkan daya saing UMKM sambil membuka peluang pasar yang lebih luas.

Peran UMKM dalam Perekonomian Daerah

Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 500 ribu UMKM yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Oleh karena itu, penguatan UMKM menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami secara konsisten mendorong UMKM daerah untuk naik kelas melalui tiga pilar pengembangan: penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan,” ungkap Haris Munandar.

Praktik Usaha yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pengembangan UMKM di Kalsel juga difokuskan untuk mendorong praktik usaha yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam program-program yang melibatkan produk ramah lingkungan serta melibatkan perempuan, komunitas lokal, dan generasi muda.

“Usaha ini menjadi bagian penting dalam mendukung UMKM agar tidak hanya bertumbuh dari sisi usaha, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Haris Munandar.

Exit mobile version