Dalam suasana penuh kehangatan di bulan suci Ramadan 1447 H, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mengadakan acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rektor universitas, serta pemimpin perusahaan. Acara ini berlangsung di Masjid Syahrun Nur, Kecamatan Sipirok, pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, namun juga sebagai momen refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Safari Ramadan dan Respons Terhadap Bencana
Bupati Gus Irawan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan Safari Ramadan di seluruh 15 kecamatan yang ada di daerah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyentuh langsung masyarakat, memberikan dukungan, serta mendengarkan aspirasi mereka.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam membantu masyarakat Tapanuli Selatan menghadapi berbagai tantangan, terutama bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Kami sangat menghargai dukungan dari BAZNAS dan berbagai organisasi lainnya,” ungkap Gus Irawan dengan penuh rasa syukur.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang terkumpul melalui BAZNAS memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bahkan, BAZNAS RI telah berperan aktif dengan membangun 120 unit hunian tetap (huntap) yang dilengkapi dengan masjid di kawasan Aek Latong, Sipirok. Ini adalah langkah nyata dalam memberikan solusi jangka panjang bagi para korban.
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat
Selain pembangunan hunian, BAZNAS juga didorong untuk lebih berperan dalam program pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu inisiatif yang diharapkan adalah pemanfaatan lahan pertanian untuk menanam jagung serta pengembangan kolam perikanan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diajak berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.
“Alhamdulillah, saat ini tidak ada lagi korban bencana yang tinggal di pos pengungsian. Mereka telah menempati hunian sementara dan sebagian sudah pindah ke hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Tzu Chi Indonesia,” jelas Bupati, menunjukkan optimisme akan masa depan masyarakat setempat.
Pentingnya Zakat dalam Pembangunan Ekonomi
Bupati Gus Irawan juga menekankan betapa pentingnya zakat sebagai instrumen dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Potensi zakat di Indonesia sangat besar. Ini adalah salah satu alat strategis untuk mengurangi angka kemiskinan. Kita tidak boleh membiarkan ada yang hidup dalam kemewahan sementara di sekitar mereka masih ada yang kekurangan,” tegasnya.
Di Tapanuli Selatan, zakat telah diterapkan dengan memotong 2,5 persen dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS. Ini adalah upaya nyata untuk mengoptimalkan zakat sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Dampak Ekonomi Pasca Bencana
Bupati juga memberikan penjelasan mengenai dampak bencana yang cukup signifikan terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan mengalami perlambatan. “Pada triwulan ketiga tahun 2025, pertumbuhan ekonomi masih berada di atas lima persen. Namun, setelah bencana yang terjadi pada 25 November 2025, pertumbuhan sempat turun menjadi 2,39 persen. Syukurlah, secara keseluruhan tetap berada di angka sekitar 4,39 persen,” paparnya.
Lebih dari 3.000 hektar lahan pertanian di Tapanuli Selatan mengalami gagal panen akibat bencana tersebut, yang tentu saja memperparah kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Program Zakat Produktif untuk Pemberdayaan
Seiring dengan upaya pemulihan ekonomi, Bupati berharap agar BAZNAS dapat memperkuat program zakat produktif yang bertujuan untuk mendorong mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki melalui pemberdayaan ekonomi. “Kami ingin agar para mustahik di masa depan bisa berkontribusi sebagai muzakki. Ini adalah semangat pemberdayaan yang harus terus kita dorong,” imbuhnya.
Gus Irawan percaya bahwa masyarakat Tapanuli Selatan memiliki nilai kebersamaan yang kuat, mencerminkan falsafah Dalihan Natolu. Keyakinan ini membuatnya optimis bahwa masyarakat dapat bangkit lebih kuat dan cepat dari berbagai tantangan yang dihadapi.
Laporan BAZNAS Tapanuli Selatan
Di acara yang sama, Wakil Ketua BAZNAS Tapsel, Ustaz Asef Syafaat Siregar, memaparkan laporan mengenai program-program BAZNAS sejak pelantikannya pada 22 Oktober 2025 hingga saat ini. Selama lima bulan terakhir, BAZNAS Tapanuli Selatan telah menyalurkan berbagai bantuan, antara lain:
- Zakat Produktif senilai Rp286.305.000 kepada 71 mustahik di 15 kecamatan.
- Zakat Konsumtif sebesar Rp53.200.000 kepada 152 mustahik di 15 kecamatan.
- Zakat Fitrah sebanyak 350 karung beras, masing-masing seberat 5 kilogram.
- Bantuan untuk 30 masjid berupa 2 roll ambal, 50 mukena, 50 kain sarung, dan 10 Al-Qur’an untuk setiap masjid.
- Bantuan bencana alam sebesar Rp582.675.500 ditambah dukungan pembangunan hunian senilai sekitar Rp80 juta.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Staf Ahli PKK Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah Sofyan Adil Siregar, Ketua Darma Wanita Persatuan Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, serta berbagai pimpinan OPD dan instansi terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan komitmen bersama dalam memajukan Tapanuli Selatan.
